LIPI berhasil kembangkan budidaya gabungan teripang-bandeng-rumput laut

Inovasi Desa | DiLihat : 429 | Jumat, 23 Februari 2018 14:36
LIPI berhasil kembangkan budidaya gabungan teripang-bandeng-rumput laut

Jakarta  - Balai Pengembangan Bio Industri Laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BBIL LIPI) telah berhasil mengembangkan inovasi teknologi budidaya teripang, bandeng dan rumput laut spesies Gracilaria sp yang disebut dengan Budidaya TERBARU.

"Budidaya TERBARU merupakan teknologi budidaya dengan pendekatan multitrok yang menggabungkan komoditas teripang, bandeng dan rumput laut Gracilaria sp dalam satu tambak," kata Peneliti BBIL LIPI Hendra Munandar di Jakarta, Kamis. Budidaya TERBARU memanfaatkan biota dalam ekosistem tambak. Rumput laut Gracilaria sp berperan sebagai produsen yang menyerap nutrisi yang berasal dari perairan, pupuk, dan sisa metabolisme biota dalam tambak kemudian mengkonversinya menjadi biomassa melalui proses fotosintesis.

Bandeng merupakan omnivora yang memakan partikel tersuspensi, toplankton, dan klekap. Sementara teripang pasir berperan sebagai pemakan detritus yang memanfaatkan bahan organik dalam tambak. "Melalui metode ini, daur nutrisi dalam sistem budidaya menjadi lebih esien karena biaya pakan dan pengelolaan kualitas air dapat ditekan secara optimal yang akhirnya berdampak pada penurunan biaya produksi," tuturnya. Selain lebih ramah lingkungan, Budidaya TERBARU juga memiliki produktivitas dan nilai ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan budidaya masing-masing komoditas secara monokultur.

Perkiraan produktivitas dan pendapatan per tahun untuk lahan tambak seluas satu hektar untuk Budidaya TERBARU lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya monokultur yaitu sebesar 17,5 persen (monokultur teripang), 422,2 persen (monokultur bandeng), dan 879,2 persen (monokultur Gracilaria sp

antaranews



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau