Panen Durian di Baduy, Yuk Wisata Durian...

Potensi Desa | DiLihat : 460 | Rabu, 21 Februari 2018 15:16
Panen Durian di Baduy, Yuk Wisata Durian...

Banten – Untuk Anda pecinta buah durian, tentu saja harus menyicipi buah durian yang dipanen langsung dari Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak,Banten.

Di bulan Februari ini merupakan waktunya penen durian di Desa Adat Baduy. KompasTravel pun sempat berkunjung ke sana. Sepanjang jalan menuju Terminal Ciboleger, banyak sekali penduduk yang menjual durian. Saya pun masih sekadar melihat-lihat. Beberapa penduduk membawa durian tersebut ke luar dari wilayah desa adat untuk dijual di luar.

Sesampainya di Terminal Ciboleger, saya pun mulai berjalan kaki ke Kampung Kaduketug, Baduy Luar. Di desa tersebut tercium sekali aroma buah durian yang begitu menarik perhatian saya. Di sana banyak penduduk yang menumpuk durian di pinggir jalan tepat para wisatawan melintas, sehingga bisa dibeli oleh wisatawan. Saya pun terus melanjutkan perjalanan ke Kampung Balingbing. Di perjalanan setapak, lagi-lagi saya bertemu penduduk mulai dari anak-anak hingga usia dewasa memikul buah durian untuk di bawa ke Kampung Kaduketug.

Sesampainya di Kampung Kaduketug, saya pun akan bermalam di rumah penduduk. Terlalu gembira, karena saya bersama rombongan langsung disuguhkan durian yang begitu menggoda.

Begitu saya mencicipi durian tersebut begitu manis dan legit. Ukuran durian pun ada yang kecil dan ada pula yang besar. Lalu warna dari daging durian asli Baduy ada yang bewarna putih dan kuning. Meski demikian, tak mengubah rasa durian yang saya cicipi.

Ada pula durian dengan tekstur seperti mentega, begitu daging durian bersentuhan dengan lidah, rasanya begitu menyenangkan. Rasa manis, legit dan lembutnya durian bercampur di mulut saya. Penduduk Baduy yang begitu ramah terlihat begitu senang ketika para wisatawan menikmati durian hasil panen mereka.

Salah satu tokoh adat Baduy, Ayah Mursid mengatakan panen durian di Baduy dalam setahun bisa dua kali. Namun, tergantung pada cuaca.

“Di bulan Februari ini lagi panen (durian). Kalau pas kebetulan lagi musimnya, sebetulnya bisa (dinikmati) para pengunjung (yang datang ke Baduy). Bisa juga dijual ke luar (Baduy),” kata Ayah Mursid kepada KompasTravel, di Kampung Gejebo, Desa Adat Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018).

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Founder Komunitas Sahabat Baduy, Keke bahwa wisatawan bisa berkunjung ke Desa Adat Baduy untuk menikmati durian. “Mumpung sekarang lagi puncak panen, yuk bisa mencicipi durian (di Baduy). Durian di sini sedang melimpah, bisa lebih dari ribuan (durian). Karena setelah ini sudah habis (masa panennya). Puncak panen ada di bulan Desember dan Februari,” kata Keke.

Menurut Keke, durian yang dipanen di Baduy ini berbeda dengan durian dari daerah lain. Sebab, penduduk Baduy sendiri memiliki cara yang berbeda dalam menanam durian.

“Duriannya Baduy, terutama Baduy dalam ini legit seperti mentega, karena mereka tanam dengan cara tradisional tanpa pupuk khusus,” kata dia. Adapun durian asli Baduy ini dijual dengan harga beragam mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000, tergantung dari ukuran durian yang dipilih pembeli.

kompas



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau