Desa Wisata Harus Memiliki Ciri Khas

Potensi Desa | DiLihat : 580 | Kamis, 13 April 2017 10:57
Desa Wisata Harus Memiliki Ciri Khas

PURWOKERTO – Setiap desa wisata seharusnya memiliki ciri khas yang membedakan antara desa satu dan yang lain. Karakteristik tersebut akan mempermudah promosi yang dilakukan oleh pegiatnya. Pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Chusmeru, mengatakan, sebagian besar desa wisata di Banyumas mengandalkan wisata alam sebagai objek utama.

Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persaingan. “Orientasinya seharusnya ke aktivitas. Tidak hanya apa yang bisa dilihat atau dinikmati, tapi apa yang bisa dilakukan dan dipelajari,” kata dia, kemarin. Menurut dia, pemetaan potensi wisata harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya alamnya, tapi juga kondisi sosial dan budayanya.

Tidak menutup kemungkinan ada desa yang hanya mengandalkan interaksi dengan masyarakat. Contohnya Desa Inggris di Pare Kediri dan Magelang. “Mereka justru mengandalkan interaksi, tapi tetap laris dikunjungi wisatawan,” ujarnya. Meski demikian, Chusmeru menegaskan, gagasan serta konsep wisata itu harus berasal dari ide masyarakat sendiri.

Pemkab dalam hal ini dinas terkait hanya memfasilitasi dan membantu pembangunan infrastrukturnya. Sementara itu, pegiat Desa Wisata Tambaknegara, Sumarno, mengatakan, selain mengandalkan Objek Wisata Tirta Husada Kalibacin, di desanya kaya dengan aktivitas seni dan tradisi. Selain itu, masih ada sejumlah situs peninggalan sejarah untuk wisata religi.

“Karena itu, Desa Tambaknegara ini mengambil konsep wisata religi dan budaya. Karena banyak situs dan peninggalan sejarah sejak masa penyebaran agama Islam di Banyumas,” katanya. (K35-46)

sumber : suaramerdeka.com



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau

Video Terbaru

Video Playlist +