Mufidah Kalla: Persaingan Produk Kriya Global Kian Berat

Kabar Desa | DiLihat : 464 | Kamis, 28 September 2017 14:52
Mufidah Kalla: Persaingan Produk Kriya Global Kian Berat

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Kalla mengatakan persaingan produk kriya Indonesia di pasar global kian berat. Ini disampaikan Mufidah di acara Pameran Kriya Nusa 2017 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (27/9). Kegiatan itu merupakan agenda tahunan Dekranas.

Untuk tahun medua ini, Pameran Kriya Nusa 2017 mengusung tema 'Tingkatkan Krativitas Wirausaha Muda Kriya Indonesia'. Tema ini ditetapkan Dekranas untuk menghadapi tantangan persaingan di pasar global.

"Meskipun produk Kriya Nusa Indonesia sudah dapat bersaing di manca negara, namun persaingan di pasar global akan semakin berat dengan makin terbukanya pasar bebas. Terutama pasar ASEAN," ujar Mufidah. Di pasar global, produk Kriya Nusa Indonesia akan bersaing dengan produk sejenis dari negara Asia seperti Thailand dan Vietnam yang produk kriya-nya sudah sangat maju.

Karena itu, Dekranas bersama Dekranasda terus berupaya meningkatkan daya saing melalui peningkatan kreativitas. Di antara upaya itu antara lain peningkatan kemampuan SDM di bidang teknologi, produksi, desain, fasilitas pembiayaan, fasilitas pameran, dan sektor pendukung lainnya.

Karena itu, dalam pameran kali ini menyajikan produk kriya dari Dekranasda seluruh Tanah Air yang memfasilitasi pengrajin di wilayah masing-masing termasuk beberapa BUMN dan kementerian lembaga bidang ekonomi. Sedikitnya 381 stand meramaikan kegiatan tersebut.

Mufidah menambahkan, prduk kerajinan yang ditampilkan pada pameran ini mengacu pengelompokkan oleh UNESCO berdasarkan bahan baku. Di antaranya kelompok keramik tanah liat, serat alam, tekstil atau lembaran kain, kayu-kayuan, batu-batuan, logam, materi alam, dan materi hasil olahan dari bahan alami.

"Kami berharap pameran Kriya Nusa 2017 dapat berlangsung lancar dan dapat memperoleh hasil maksimal. Sehingga tujuan Dekranas dalam memajukan dan menyejahterakan pengrajin dapat tercapai," pungkasnya.(fat/jpnn)

jpnn.com



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau

Video Terbaru

Video Playlist +