Kenalkan, pupuk organik dari LIPI yang mampu tingkatkan hasil panen

Kabar Desa | DiLihat : 565 | Rabu, 7 Juni 2017 13:55
Kenalkan, pupuk organik dari LIPI yang mampu tingkatkan hasil panen

Jawa Tengah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut berpartisipasi aktif dalam usaha meningkatkan produktifitas berbagai hasil pertanian. Salah satu terobosannya adalah menyebarluaskan hasil penelitian berupa pupuk organik cair hayati kepada para petani sebagai bahan penyubur tanah tanpa menimbulkan efek samping.

LIPI mengklaim bahwa pupuk organik cair hayati sangat cocok digunakan untuk menggenjot produktifitas tanaman di antaranya dari jenis padi, kopi, jagung, sayuran, hingga tembakau.

Selain itu, pupuk jenis ini juga memiliki manfaat lain yakni membantu menggemburkan tanah yang rusak akibat pengaruh pupuk kimia. Mekanisme kerjanya ialah dengan menyerap NPL bahan kimia tanah hingga 50 persen dari lahan yang ada sehingga tanah dapat kembali subur.

Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, cara memproduksi pupuk organik cair hayati yang telah melewati penelitian dan pengujian tersebut cukup mudah dan membutuhkan biaya yang sangat murah, bahkan bisa dibuat sendiri oleh para petani sebelum digunakan untuk lahan pertanian hingga perkebunan.

“Caranya adalah menyiapkan bahan yang gampang diperoleh seperti kecambah, air kelapa, desak, gula merah, dan tetes tebu. Bahan tersebut direbus secara bersama-sama dalam sebuah wadah selama beberapa menit. Setelah itu disaring, airnya kemudian diendapkan selama dua minggu sebelum dapat digunakan sebagai pupuk tanaman,” jelasnya, saat di Temanggung belum lama ini.

Ia membeberkan, hasil panen dengan menggunakan pupuk organik jenis ini terbukti meningkat cukup signifikan hingga 50 persen. Dari satu hektar lahan padi, mampu menghasilkan panen sebanyak 12 ton gabah. Bandingkan dengan penggunaan pupuk kimia yang hanya menghasilkan 8 ton saja.

Lanjutnya, oleh karenanya, LIPI berharap agar semakin banyak petani yang menggunakan pupuk cair organik hayati. Alasannya, selain memperbaiki kondisi tanah dan hasil panen, pupuk ini juga menjadi salah satu inovasi teknobiologi dengan menggunakan mikroba unggul Indonesia yang aman bagi manusia dan lingkungan.

“Kami telah bekerjasama dengan 60 daerah untuk pengembangan pangan dan energi di mana tahun 2017 ini terdapat penambahan sebanyak 25 kota dan kabupaten. Semoga dengan semakin tersebar luasnya inovasi LIPI, target negara dalam sektor kemandirian pangan dapat segera tercapai,” pungkasnya.

merdeka.com