Menengok Keindahan Budidaya Ikan Koi di Selokan Desa Pluneng Klaten

Kabar Desa | DiLihat : 1135 | Selasa, 21 Maret 2017 10:58
Menengok Keindahan Budidaya Ikan Koi di Selokan Desa Pluneng Klaten

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Keindahan dan kejernihan saluran air atau selokan di Negara Jepang yang dihiasi ikan warna-warni menarik perhatian dunia. Terlebih kualitas airnya yang sangat bersih hingga ikan-ikan hias hidup dengan baik di dalamnya.

Namun untuk menikmati keindahan ikan hias seperti koi yang hidup di selokan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Negeri Sakura.

Kita bisa menikmatinya cukup di Kabupaten Klaten, tepatnya di Dukuh Samberan, Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum.

Adalah Joko Sucipto, pria 76 tahun yang menjadi inisiator budidaya ikan dengan memanfaatkan saluran air yang berada di depan rumahnya. Sudah sejak tahun 1997, ia mulai mengubah saluran air di depan rumahnya menjadi rumah berbagai jenis ikan.

Saat ditemui Tribun Jogja, pensiunan pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu mengatakan ide memanfaatkan saluran air di depan rumahnya menjadi kolam berawal dari keisengannya untuk mengisi waktu luang setelah tidak lagi aktif bekerja, ia mulai mencari kegiatan agar terus beraktifitas.

“Awalnya gara-gara iseng untuk isi waktu luang setelah pensiun. Karena sering dapat masukan bahwa kalau sudah tua harus tetap aktif agar tidak pikun dan sehat terus,” katanya, Kamis (23/2/2017).

Lantas tercetuslah ide untuk memfungsikan saluran air di depan rumahnya sebagai tempat budidaya ikan. Menurutnya ikan sengaja dipilih karena memberikan relaksasi sekaligus pemandangan yang menarik di lingkungan rumahnya.

“Sebenarnya sudah ada blumbang (kolam ikan), tapi kemudian mencoba memanfaatkan saluran air di depan rumah. Jadilah memilihara ikan di selokan,” ujarnya.

Dengan bermodalan kawat penyaring air yang ditempatkan pada dua ujung titik budidaya ikan sepanjang 10 meter dengan lebar 1 meter itu. Awalnya usahanya itu gagal lantaran ikan yang dipelihara terlalu kecil dan lolos dari saringan. Beberapa kali saringan yang dipasangnya pun jebol lantaran arus di selokan yang meluap saat hujan deras.

Kakek lima orang cucu itu kemudian mengganti saringan air dengan bahan yang lebih kuat serta memasang konstruksi penahan yang lebih kokoh dari bahan beton. Lambat laun, upayanya berhasil dan selokan penuh ikan pun tercipta dan pemandangannya dapat dinikmati siapapun yang melintas di depan rumahnya.

Tapi jangan salah, meski hidup di saluran air, ikan yang dipelihara Joko aman dikonsumsi. Bahkan konon memiliki rasa daging yang lebih enak lantaran dipelihara di air mengalir.

“Yang dipelihara pertama kali adalah gurameh dan ikan emas. Tapi karena ada yang kasih masukan untuk pelihara koi, saya kemudian mengembangkan ke budidaya ikan koi. Peliharanya juga seadanya, yang penting selalu bersih dan jangan ada sampah, jadi harus rajin bersih-bersih,” ungkapnya.

Untuk pakan peliharaannya itu, ia sengaja menghindari penggunaan pelet ikan. Ikan-ikanya lebih sering diberi roti dan sisa makanan dari dapurnya. Selain lebih murah, sisa makanan dan roti yang sudah kadaluarsa dinilai jauh lebih sehat.

Bahkan, saking mudahnya pakan yang biasa dikonsumsi, banyak pengunjung yang datang dengan membawa makanan untuk dimasukan ke dalam kolam. Tidak butuh waktu lama bagi ikan-ikan berukuran betis orang dewasa itu untuk melahap makanan yang masuk ke dalam kolam. Hal tersebut juga menjadi nilai lebih “kolam” yang dibuatnya itu.(*)

sumber : jogja.tribunnews.com