Pemerintah Harus Antisipasi Pergeseran Pola Konsumsi

Pemerintah Harus Antisipasi Pergeseran Pola Konsumsi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dituntut untuk siap mengantisipasi pola konsumsi masyarakat yang bergeser dari kota ke desa seiring datangnya musim lebaran.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri mengungkapkan dengan begitu besarnya jumlah penduduk yang kembali ke kampung halaman, secara otomatis pola konsumsi juga akan berpindah ke kota-kota tujuan sehingga berpotensi memberikan dampak pada kenaikan harga bahan pokok di wilayah setempat.

Namun, hal itu, menurutnya, masih dapat diantisipasi jika pemerintah bergerak cepat dengan memetakan wilayah-wilayah mana saja yang kerap menjadi tujuan pergeseran konsumsi paling besar.

"Pemerintah harus bisa menentukan mana saja titik yang biasanya mengalami peningkatan. Kalau menurut kami, daerah yang rawan menjadi pusat pergeseran ada di Semarang, Yogyakarta, Surabaya. Kalau di Sumatra itu di Lampung dan penyangga sekitarnya dan itu biasanya terjadi pada H-3 hingga H+5 Lebaran," ujar Abdullah kepada Media Indonesia, Minggu 18 Juni 2017.

Setelah melakukan pemetaan, lanjutnya, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, harus dapat memastikan persediaan bahan pangan pokok di wilayah tersebut aman.

"Harus dipastikan stok aman. Jadi walaupun pola konsumsi tinggi, harga tidak akan terganggu karena barangnya ada," tuturnya.

Satu lagi yang harus diperhatikan, walaupun pola konsumsi berpindah, Abdullah menyebutkan Ibu Kota Jakarta akan selalu menjadi barometer harga. Jadi pemerintah juga harus tetap memastikan semua kebutuhan pokok dapat terus terjaga, baik persediaan maupun harga.

"Jakarta itu menjadi acuan. Jadi kalau di Jakarta bisa terjaga, di wilayah lain pun bisa terjaga," pungkas dia.

metrotvnews.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :