BANTU PETANI DI SUMBAR Dosen PNP Ciptakan Alat Pertanian Inovatif

BANTU PETANI DI SUMBAR Dosen PNP Ciptakan Alat Pertanian Inovatif

PADANG, – Untuk memudahkan petani melubangi plastik mulsa yang digunakan dalam menanam sayuran, tim dosen dan mahasiswa Politkenik Negeri Padang (PNP) menciptakan alat untuk melubang mulsa. Penemuan alat ini diharapkan akan mempermudah para petani dalam bertanam sayuran dan palawija.

Dosen Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, PNP, Roza Susanti,mengatakan, penggunaan mulsa plastik sudah menjadi standar umum dalam produksi tanaman sayuran yang bernilai ekonomis tinggi, baik di negara-negara maju maupun di negara berkembang seperti   Indonesia. Proses penanaman tanaman hortikultura sering memerlukan plastik mulsa sebagai pelindung media tanam. Sebelum bibit ditanam, perlu dibuat lubang pada plastik  tersebut.

“Petani  membuat  lubang  dengan  alat  kaleng  diisi  bara  api kemudian ditempelkan pada plastik sehingga meleleh dan terbentuk lubang. Sikap kerja petani berdiri membungkuk sehingga cepat lelah, nyeri pada otot skeletal, dan produktivitas rendah. Diperlukan solusi terhadap permasalahan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,” ujarnya di Padang, Jumat (9/9).

Dosen Teknik Listrik, jurusan Teknik Elektro, PNP, Antoni, mengutarakan, hal itulah yang melatarbelakangi dibuatnya sebuah alat pelubang plastik mulsa yang sangat aman dan efesien waktu. Alat ini dibuat dengan sistem otomatis dengan menggunakan beberapa sensor jarak dan beberapa penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat pelubang plastik mulsa yang sesuai standar yang di rancang aoutomatis yang efesien.

“Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah merancang dan membuat alat sistem pelubang plastik mulsa yang di lakukan dengan pengaturan jarak dan pengontrollan kecepatan penggerak yang tepat untuk menghasilkan lubang yang sesuai dengan standar yang ada,” ucapnya. Alat ini, kata Anton, telah dirancang dengan gaya yang lebih modern dan sangat membantu petani. Motor, sensor jarak dekat, dan panel digital memudahkan petani dalam memperhitungkan penggunaan  alat ini.

“Bahkan dalam pengujiannya, alat ini sukses dan bisa diterapkan dalam dunia pertanian. Apalagi Sumbar sangat terkenal dengan pertaniannya,” kata Anton. Roza menambahkan, ke depan alat ini terus disempurnakan agar bisa diproduksi masal dalam mendukung swasembada pertanian di Sumbar. “Petani di Sumbar membutuhkan inovasi yang memudahkan mereka dalam pertanian. Kami di PNP beretekad untuk mewujudkan itu,” tuturnya. (h/isr) 

harianhaluan.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :