Pengembangan BUMDes Butuhkan Peran Sarjana

Pengembangan BUMDes Butuhkan Peran Sarjana

AKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mendorong para sarjana untuk pulang ke desa dan ikut membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini seiring dengan keinginan Presiden Joko Widodo menggalakkan pembangunan di desa-desa. “Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak lagi sumber daya manusia berkualitas.

Saya berharap para sarjana mau pulang membangun desa, bergabung dengan BUMDes dan mempercepat pembangunan dan pengembangannya,” kata Eko, dalam orasi ilmiahnya di Wisuda Sarjana Universitas Trilogi, Jakarta, Senin (3/4). Menurut Eko, masa depan bidang pertanian akan berkembang sangat cerah jika didukung oleh teknologi bidang pertanian. Ia memprediksi, industri pengolahan hasil pertanian akan menjadi primadona tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia.

Hal tersebut terjadi karena jumlah penduduk dunia makin bertambah sehingga makanan pun akan makin mahal. “Pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia khususnya berubah. Bila sebelumnya hanya mengenal nasi, singkong, sagu, dan jagung untuk karbohidrat, kini beralih kepada makanan modern, seperti pizza, donat, burger, hotdog, mi, dan lainnya,” ujar Eko.

Peralihan konsumsi masyarakat tersebut, menurut Eko, akan menjadi peluang bagi mahasiswa, sarjana, maupun generasi muda pada umumnya untuk terjun ke teknologi pangan. Ia mencontohkan, dunia barat melalui teknologi pangan dapat mengolah bahan pangan menjadi produk yang nilainya lebih mahal. Bahkan, para technopreneurship di sektor pangan ini menjadi konglomerat. Untuk itu, Eko mendorong para sarjana dapat menekuni industri pascapanen di desa-desa, sebab akan menjadi industri yang maju pesat ke depannya.

“Ini akan menjadi industri yang sangat dibutuhkan. Ketika penduduk bertambah banyak, makanan makin mahal sehingga dibutuhkan sumber energi terbarukan. Kalau kalian memulainya dari sekarang, kalian akan jadi konglomerat,” seru Eko. Dia menambahkan, peran perguruan tinggi dalam pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi sangat penting. Saat ini, menurut Eko, 79 perguruan tinggi telah MoU dengan Kemendes-PDTT, untuk mengembangkan sumber daya alam, SDM, teknologi tepat guna, dan perekonomian desa.

Teknologi Pangan

Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi, Asep Saefuddin, mengatakan bahwa pembangunan desa juga membutuhkan pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian. Menurutnya, pertanian di desa-desa harus didukung bahkan jika perlu harus menjadi industri yang bergerak dari hulu ke hilir. Menurutnya, dengan pertanian yang maju dari hulu ke hilir, dapat efektif cegah urbanisasi, bahkan orang akan berbondong-bondong datang ke desa. “Universitas Trilogi sendiri telah melakukan nota kesepahaman dengan Kemendes-PDTT untuk program-program pemanfataan teknologi pertanian guna pembangunan perdesaan,” pungkas Asep. cit/E-3

sumber : koran-jakarta.com

  • Bagikan :
  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :